Jumaat, 22 Oktober 2010

BETAPA PUITIS TAKDIR TUHAN

Malam terus merangkak dingin
Mata belum tewas untuk mengulit lena
Dingin terus mencengkam tubuh




Kisah-kisah mereka
Berada kemas dalam dakapanku
Begitu puitis takdir Tuhan untuk mereka
Betapa Illahi itu Maha Penyayang
Memberi hidayah kepada setiap hamba
Air mata pasti bercucuran pergi
Syukur atas segala hidayah



Aku ingin mencintai-Mu
Seperti kekasih mencintai kekasihnya
Bahkan lebih daripada itu



Aku ingin merindui-Mu
Seperti ibu merindukan bayinya
Bahkan lebih daripada itu



Aku ingin melafazkan segalanya
Segala cinta dan rindu yang sedang bersarang
Begitu berat untuk menuturkan
Dalam setiap tingkah
Walau sememangnya
Dalam hati kecilku berbisik
Ya Allah……………… aku rindukan-Mu
Duhai Illahi………….aku mencintaimu dan selalu ingin mencintai-Mu

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

helaian yang dilihat

jalan-jalan dari