Rabu, 28 Julai 2010

Tiada Suara Bertandang hanya Kekuatan Bertamu

Assalamualaikum!
Bismillahirramanirrahim!


Ya Ilahi!
Ya Jabbar!
Ya sami’!
Pada waktu langit berbintang bersaksikan kerlipan cahaya
Pada masa cahaya mentari menutup sirnanya
Kami rebah di sini
Menangis teresak-esak
Air mata membasahi wajah
Sesaknya nafas kami
Sakitnya batin kami
Melihat biah di bumi tarbiah
Yang dahulu barakahnya
Tersohor di alam nusantara



Ya Rabb!
Lihatlah !
Biah bumi yang kami pijak ini
Destinasi tempat kami
Menadah ilmu duniawi dan ukhrawi



Ya Ilahi!
Kami semakin resah
Sehinggakan gelisah kami
Tidak dapat kami rungkaikan
Dengan bicara kata
Atau tulisan aksara



Ya Rahman!
Bumi ini sekarang sudah berubah
pemijak –pemijak tanah barakah ini
sudah Bergalang ganti
Mereka semakin tidak takut dengan peringatan-Mu
Mereka sudah tidak mahu mendengar laungan
Allahuakbar di persada pentas
mereka sudah mula melalut
dengan suara demokrasi!
Dengan suara kebebasan bersuara!



Ya Rabb!
Kami tahu
Tanah ini juga bersedih duka
Apabila insani durjana
Tidak pandai memuja-Mu
Semakin hari semakin kelam berdosa
Semakin hari semakin lalai dengan cinta duniawi



Ya rahim!
Engkaulah pemujuk hati kami!
Ayat-ayat kalam-Mu
Menjadi peneman setia kami
Tatkala kami didesak
Turun daripada melaungkan
tentang
Pahala kebenaran
Dosa kejahatan



Ya Allah
Padamu kami bermohon
Bermunajat meminta
Berikanlah kesatuan di antara kami
Bersatu dalam menuju misi yang jitu
Agar bisa kami menangkis segala marabahaya
Cacian dan hinaan
Dan
Limpahilah bumi ini
Dengan desiran bayu Islam
Bertemankan lautan kasih
Pada-Mu Tuhan Maha Kasih!



Izzati Anas
‘Tiada suara bertandang hanya kekuatan bertamu ‘
Universiti Sultan Zainal Abidin
Terengganu

1 ulasan:

  1. Bismillah...
    Ya Allah rahmatilah tuan punya blog ini,agar mendapat lindunganmu dunia dan akhirat..

    BalasPadam

helaian yang dilihat

jalan-jalan dari