Isnin, 19 Julai 2010

DI LANGIT BIRU TERTULIS DURRAH SOFIAH

Assalamualaikum!
Bismillah wal hamdulillah




Lihatlah awan!
Lihatlah ia !
Putih suci tanpa noda
Aku hanya wanita biasa
Yang hanya ada dosa
Dalam amal
Dalam qalb



Dia muslimah solehah! Itulah yang sering saya lontarkan dalam hati saya apabila mata tertumpu kepada mana-mana muslimah yang bertudung labuh, berjubah, berstokin;menundukkan pandangan dan menjaga ikhtilat apabila berhadapan dengan seorang insani lelaki.

‘Terpandang, Teringat Tuhan. Memandang, Memuji Tuhan...itulah durrah sofiah( permata suci)


Sesungguhnya, saya berasa amat kerdil apabila berhadapan dengan wanita-wanita yang saya panggil sebagai Durrah Sofiah. Saya sepertinya tidak layak untuk berbicara dengan mereka.


Bicara mereka mengenai Tuhan
Lafaz mereka adalah sakinah
Benar!
Diriku terlalu jauh dengan mereka
Betapa aku kecewa
Perjalananku adalah perjalanan fatamorgana
Biarkan aku berhijrah
Ke dataran sufi
Melangkah ke negeri taqwa



Kini, saya hanya mampu melihat diri saya yang jauh terkebelakang. Jauh daripada ilmu-ilmu agama. Saya terus malu melihat diri saya sebegini. Sedangkan Durrah Sofiah, sudah bisa berbicara lalu diungkapkannya dalil-dalil daripada kitab suci al-Quran.


Astaghfirullah
Sempitnya dada
Teringatkan dosa –dosa kelmarin
Yang akan menyeret ku
Ke neraka jahanam
Ya Rahman
Ya Rahim
Hamba menadah harapan setulus hati
Meminta diri dikasihi
Ampunkanlah hamba
Ya ‘Azim
Bajailah kekhilafan hamba
Dengan titisan iman
Agar hati hamba ditumbuhi
Cahaya iman lalu
Menjadi Durrah Sofiah



Pembaca yang saya kasihi sekalian,



Sesungguhnya, dengan penuh pengharapan kasih, andai saya melakukan sesuatu yang menyalahi agama maka nasihatilah saya. Dan andai kalian ingin berkongsi ilmu dengan saya, ucapan terima kasih saya utarakan. Kalian, merupakan ustaz/ustazah saya!
Saya hanyalah seorang muslimah yang punya hasrat ingin menjadi Durrah Sofiah hamba; Tuhan yang selalu ingat padaNya suatu hari nanti.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

helaian yang dilihat

jalan-jalan dari